7 Tips Etika Saat Travel ke Thailand

7 Tips Etika Saat Travel ke Thailand

Mudah membuat kecerobohan di Asia Tenggara. Travel ke Thailand? Perhatikan tips etika berikut:

1. Jangan Menjatuhkan Atau Berdiri di Atas Mata Uang

Kaki dianggap sebagai bagian tubuh yang paling rendah dan paling tidak bersih, jadi hindari menunjuk kaki Anda kepada siapa pun: jangan menyilangkan kaki, duduk bersila, atau angkat kaki. Juga kasar untuk menjatuhkan atau berdiri di atas mata uang, karena dapat dianggap tidak sopan terhadap keluarga kerajaan (raja yang memerintah Thailand dicetak pada Baht Thailand).

2. Jangan Pernah Menyentuh Kepala Siapapun

Kepala seseorang dianggap suci di Thailand, sehingga bahkan menepuk kepala seseorang atau menyentuh rambut mereka bisa disukai. Jika Anda menjadi sukarelawan atau bekerja dengan anak-anak kecil, berhati-hatilah – sudah menjadi kebiasaan banyak orang Barat untuk mengacak-acak rambut anak-anak. Tukang pijat Thailand mungkin meminta izin untuk memijat kepala Anda terlebih dahulu, jadi ingatlah bahwa mereka meminta sebagai tanda hormat.

3. Selalu Mengembalikan ‘Wai’

Wai adalah ucapan yang umum dan sopan yang melibatkan menundukkan kepala dan menjaga tangan Anda dalam gerakan berdoa. Setiap orang yang Anda temui akan menyambut Anda dengan cara ini, jadi selalu kembalikan isyarat dan tersenyumlah saat Anda melakukannya. Jika Anda menyapa seorang bhikkhu maka Anda harus membungkuk dari pinggang dengan kepala tertunduk dan tangan Anda bersama.

4. Hormati Para Bhikkhu

Banyak kuil mengadakan sesi di mana Anda dapat bertemu dan berbicara dengan para bhikkhu, untuk belajar tentang agama Buddha dan membantu mereka meningkatkan bahasa Inggris mereka. Jangan terlalu akrab atau mengajukan pertanyaan pribadi saat pertama kali bertemu. Jika Anda seorang wanita, jangan menyentuh mereka atau bahkan menyikat mereka: sangat dilarang bagi para bhikkhu untuk melakukan kontak fisik dengan seorang wanita.

Jika Anda perlu memberikan sesuatu kepada seorang bhikkhu, letakkan di depan mereka daripada menyerahkannya secara langsung. Mereka kadang-kadang bisa gugup ketika berbicara dengan turis, jadi bersabarlah. Beberapa bhikkhu sedang dalam pelatihan dan akan menjadi anak laki-laki, tetapi Anda harus tetap memiliki tingkat penghormatan yang sama terhadap mereka.

5. Berpakaian Sopan Saat Berada di Kuil

Sangat mungkin bahwa Anda akan menemukan sebuah kuil yang sangat indah saat berkeliling di Thailand, tetapi pastikan Anda menghormati dan menutupi bahu dan dada Anda sebelum masuk. Selalu simpan selendang atau pakaian lengan panjang di tas Anda karena Anda mungkin ditolak masuk atau menyinggung perasaan bahwa Anda tidak dilindungi dengan benar.

6. Jangan Menunjuk Atau Memberi Isyarat

Keduanya dapat dilihat sebagai kasar atau bahkan sugestif secara seksual. Jika Anda ingin menggerakkan seseorang untuk bergabung dengan Anda, letakkan tangan Anda dengan telapak tangan menghadap ke bawah dan lambaikan jari ke arah diri sendiri. Selain itu, miringkan kepala Anda ke atas untuk menunjukkan dengan dagu Anda agar tidak menyebabkan pelanggaran. Ini juga berlaku untuk menunjuk benda atau bangunan, tetapi terutama menghindari menunjuk candi. Jika Anda lupa, cukup minta maaf.

7. Bersiaplah Untuk Membayar Lebih Dari Penduduk Setempat

Beberapa galeri, museum, dan kuil membebankan harga yang berbeda untuk warga negara Thailand dan wisatawan, dan kedua harga tersebut tidak selalu tercantum di situs web atau di buku panduan. Kadang-kadang mungkin untuk menghindari biaya wisata yang lebih tinggi ini jika Anda bertanya terlebih dahulu, memesan dengan kelompok besar, atau pergi di luar jam sibuk. Jangan kaget jika mereka dengan tegas menolak Anda, tetapi itu selalu patut ditanyakan.